Mempelajari Syarat dan Rukun Shalat

Shalat merupakan salah satu ibadah wajib yang harus dikerjakan manusia sebagai hamba yang beriman kepada Allah SWT. Sungguh besar dosa manusia jika meninggalkan shalat. Hidup di dunia hanya sementara sedangkan hidup di akhirat selama-lamanya. Jangan sampai kita meninggalkan ibadah shalat kita jika kita tidak ingin mendapatkan siksa neraka. Kerjakanlah shalat dan semoga kelak kita mendapatkan kenikmatan di akhirat.

Shalat merupakan ibadah sakral yang memiliki beberapa syarat dan rukun dalam mengerjakannya, dimana salah satu syarat dan rukun tersebut tidak boleh ditinggalkan. Jika salah satu syarat dan rukun tersebut ditinggalkan maka tidak sah shalatnya. Shalat tersebut tidak diterima oleh Allah SWT. Mungkin tidak sedikit diantara kita yang belum memahami syarat dan rukun shalat tersebut. Atau memang sudah memahami tetapi lupa apa saja syarat dan rukun shalat tersebut. Di halaman ini akan dibahas syarat dan rukun shalat dengan singkat namun pasti dan jelas.

A. Pengertian Shalat


Menurut bahasa shalat artinya “berdo’a”. Sedangkan menurut istilah shalat adalah suatu ibadah yang terdiri atas ucapan dan perbuatan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam sesuai dengan persyaratan tertentu. Persyaratan tersebut meliputi syarat wajib shalat, syarat sah shalat, rukun-rukun shalat, batas waktu melaksanakan shalat. Kita harus benar-benar memperhatikan persyaratan tersebut supaya shalat kita diterima oleh Allah SWT sebagai ibadah yang sah dan sebagai wujud hamba yang beriman kepada Allah SWT.

B. Dalil yang Mewajibkan Shalat


Banyak dalil yang menyebutkan tentang kewajiban shalat, baik itu di dalam al-Qur'an maupun Hadits. Salah satu diantaranya adalah sebagai berikut:

Q.S. Al-Baqarah Ayat 43
وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرۡكَعُواْ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ ٤٣

Artinya: “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku´lah beserta orang-orang yang ruku´”

Q.S. An-Nisa’ Ayat 103
فَإِذَا قَضَيۡتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ قِيَٰمٗا وَقُعُودٗا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمۡۚ فَإِذَا ٱطۡمَأۡنَنتُمۡ فَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَۚ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتۡ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ كِتَٰبٗا مَّوۡقُوتٗا ١٠٣

Artinya : “Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”

C. Syarat Wajib Shalat


Syarat wajib shalat itu ada 6 macam yaitu;


  1. Beragama Islam, jika bukan orang islam maka tidak diwajibkan untuk shalat
  2. Berakal Sehat (tidak gila), orang gila tidak diwajibkan untuk shalat
  3. Baligh/ Tamyiz (dewasa/ bisa membedakan yang benar dan salah), anak kecil tidak diwajibkan shalat tetapi kita sebagai orang dewasa diwajibkan untuk menuntunnya melaksanakan shalat.
  4. Bersih dan suci dari najis, haid, nifas, dll,
  5. Sadar atau tidak tidur, shalatnya orang yang tidak sadar, misalnya mabuk, atau shalat dalam keadaan tidur (ngantuk) maka shalat tersebut tidak sah hukumnya.
  6. Telah sampai dakwah islam kepadanya. Maksudnya yaitu telah sampai seruan atau ajakan untuk melaksanakan shalat.
  7. Itulah 6 syarat wajib shalat yang perlu diperhatikan. Jangan sampai shalat dalam keadaan haid dan nifas. Jangan pula shalat ketika masih dalam keadaan mengantuk.


D. Syarat Sah Shalat


Syarat sah shalat itu ada 5 macam yaitu;


  1. Telah masuk waktu shalat. Maksudnya yaitu mengerjakan shalat sesuai waktu shalat tersebut. Misalnya waktu maghrib maka shalat yang dikerjakan adalah shalat maghrib. Tidak boleh ketika waktu maghrib mengerjakan shalat Isya'. Kecuali shalat jama' atau shalat jama' qoshor.
  2. Menghadap qiblat. Apabila kita ragu menentukan arah kiblat maka kita harus mengambil keyakinan dalam hati bahwa arah yang kita ambil adalah benar-benar arah kiblat, meskipun itu salah tetapi kita sudah meyakini bahwa arah tersebut adalah arah kiblat, maka shalatnya tetap sah.
  3. Suci dari hadats dan tempat shalat. Suci badan (suci dari kotoran dan suci dari hadats; baik hadats kecil maupun besar) dan suci tempatnya.
  4. Menutup aurat. Aurat bagi laki-laki yaitu antara pusar sampai lutut, sedangkan aurat perempuan yaitu seluruh anggota tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
  5. Mengetahui cara pelaksanaannya. yaitu mengetahui syarat dan rukun shalat.


Itulah 5 syarat sah shalat. Perlu diperhatikan bahwa antara syarat wajib shalat dan syarat sah shalat itu berbeda. Syarat wajib merupakan sayarat yang diwajibkan untuk mengerjakan jika telah dipenuhinya syarat-syarat tersebut. Sedangkan syarat sah merupakan syarat yang menyebabkan sah atau tidaknya shalat yang kita kerjakan.

E. Rukun-Rukun Shalat


Rukun-rukun shalat itu ada 13 macam yaitu:


  1. Niat
  2. Posisi berdiri bagi yang mampu
  3. Takbiratul ihram
  4. Membaca Al Fatihah di Setiap Raka’at
  5. Ruku’ secara thuma’ninah
  6. I’tidal secara thuma’ninah
  7. Sujud secara thuma’ninah
  8. Duduk di antara dua sujud secara thuma’ninah
  9. Sujud ke dua secara thuma’ninah
  10. Duduk tasyahud akhir
  11. Membaca shalawat Nabi SAW
  12. Membaca salam
  13. Tertib (berurutan)


Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa salah satu syarat sah shalat yaitu mengetahui cara pelaksanaanya. Yaitu mengetahui seluruh rukun-rukun shalat. Kita harus bisa membedakan antara rukun shalat dan sunnah shalat. Jika kita menganggap bahwa sunnah shalat adalah salah satu dari rukun shalat, maka shalat kita tidak sah. Atau meninggalkan salah satu rukun shalat, shalat kita juga tidak sah.

F. Batas-Batas Waktu Shalat Wajib



  • Shalat Dzuhur

Waktunya: ketika matahari mulai condong ke arah Barat hingga bayangan suatu benda menjadi sama panjangnya dengan benda tersebut kira – kira pukul 12.00 – 15.00 siang

  • Shalat Ashar

Waktunya: sejak habisnya waktu dhuhur hingga terbenamnya matahari. Kira-kira pukul 15.00 –18.00 sore

  • Shalat Magrib

Waktunya: sejak terbenamnya matahari di ufuk barat hingga hilangnya mega merah di langit. Kira – kira pukul 18.00 – 19.00 sore

  • Shalat Is’ya

Waktunya: sejak hilangnya mega merah di langit hingga terbit fajar. Kira – kira pukul 19.00 – 04.30 malam

  • Shlat Shubuh

Waktunya: sejak terbitnya fajar (shodiq) hingga terbit matahari. Kira – kira pukul 04.30 – 5.30 pagi

Semoga bermanfaat bagi kita semua. Dan coba jawab pertanyaan berikut:
Ada berapa syarat sah shalat?
Ada berapa syarat wajib shalat?
Ada berapa rukun-rukun shalat?
Apakah orang kafir diwajibkan untuk shalat?
Jika kita lupa tidak mengerjakan duduk tasyahud awal, apakah shalat kita tetap sah?

You Might Also Like:

Disqus Comments