Pengertian Thaharah dan Pembagian Air

Ngaji yuk, pada halaman sebelumnya telah dibahas tentang dasar Islam dan dan hukum-hukum Islam. Apa itu Islam? Apa saja dasar/sumber hukum Islam? apa saja hukum-hukum dalam Islam? Semua pertanyaan tersebut terjawab pada halaman sebelumnya.

1. Pengertian Thaharah


Thoharoh adalah mengerjakan sesuatu yang tidak sah sholatnya seseorang kecuali dengan cara melakukan bersuci tersebut.

Sebelum seseorang hendak melakukan shalat maka orang tersebut harus bersih dari hadats, baik hadats kecil maupun hadats besar. Juga bersih dari najis dan kotoran, baik yang menempel pada tubuh maupun pada tempat yang hendak dipai untuk shalat.

Thoharoh dibagi menjadi dua macam yaitu: Thoharoh dari hadats dan Thoharoh dari kotoran.
Thoharoh dari hadats adalah bersuci dengan cara berwudhu’, mandi dan tayamum (pengganti wudhu dan mandi).

Hadats merupakan keadaan badan atau tubuh tidak suci, sehingga menyebabkan tidak sahnya shalat kita. Hadats dibagi menjadi dua macam yaitu hadats kecil dan hadats besar. Bersuci dari hadats kecil dilakukan dengan cara berwudlu, sedangkan bersuci dari hadats besar harus dilakukan dengan cara mandi besar (mandi junub). Keduanya (wudlu dan mandi) bisa diganti dengan tayamum dengan syarat-syarat tertentu.

Thoharoh dari kotoran adalah bersuci dengan cara istinja'. (sesudah buang air kecil atau air besar), dan menghilangkan najis dari tubuh, pakaian serta tempat.

Apakah kotoran dan najis itu sama?

Kotoran berasal dari kata kotor yang artinya tidak bersih, seperti baju yang kena keringat, lantai yang berdebu, dinding yang dipenuhi sarang laba-laba. Sedangkan najis adalah sesuatu yang keluar dari dalam tubuh manusia atau hewan seperti air kencing, kotoran manusia atau kotoran hewan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kotor belum tentu najis, sedangkan benda atau barang yang terkena najis pasti kotor. Kita akan bahas cara mensucikan najis pada halaman berikutnya.

Macam-macam benda yang dapat mensucikan itu ada empat, yaitu: air, debu, batu dan menyamak (mensucikan kulit binantang).

Semua benda tersebut bisa digunakan untuk bersuci selama benda tersebut masih suci. Maksudnya menyamak yaitu mensucikan kulit bangkai binatang, kecuali anjing dan babi dengan syarat-syarat tertentu. Dengan menyamak maka kulit bangkai binatang tersebut bisa suci.

2. Pembagian Air


Pembagian air itu ada empat, yaitu: Air suci yang dapat mensucikan, Air yang berubah tapi masih tetap suci (tetap mensucikan), Air yang suci yang tidak dapat mensucikan, Air yang terkena najis.

1. Air suci yang dapat mensucikan (suci mensucikan) yaitu: semua jenis air yang berasal dari langit atau yang bersumber dari bumi, dan tidak merubah sifat-sifatnya dengan sebab adanya benda yang dapat merubah kesucian air tersebut. Seperti: air hujan, air laut, air sungai, air es dan air embun.

2. Air yang berubah tapi masih tetap suci (tetap mensucikan), yaitu: air yang sebagian atau seluruh sifat-sifatnya berubah disebabkan adanya sesuatu, namun tidak dapat merubah kesuciannya (tetap bisa digunakan untuk bersuci). Air seperti ini ada lima macam, yaitu:


  1. Air yang berubah disebabkan karena lama didiamkan atau disebabkan adanya sesuatu yang timbul dari dalam air itu, baik dikarenakan ikan atau lumut.
  2. Air yang berubah disebabkan karena sesuatu yang menetap ditempat air itu atau ditempat mengalirnya air itu. Seperti kejatuhan debu, kapur barus atau garam.
  3. Air yang berubah disebabkan karena adanya sesuatu yang menjatuhi air dan sulit untuk menghindarinya. Seperti: dedaunan pohon yang jatuh dikarenakan tiupan Angin.
  4. Air yang berubah disebabkan karena tempat air itu diberi lapisan cat.
  5. Air yang berubah disebabkan karena sesuatu yang berdekatan dengan air itu. Seperti: bangkai yang berada ditepi air, sehingga air itu berubah karena bau bangkai yang dibawa oleh angin, atau karena adanya sesuatu yang bercampur dan tidak dapat dipisahkan seperti minyak dan gajih.


3. Air suci tetapi tidak dapat mensucikan yaitu: air yang sebagian atau seluruh sifat-sifatnya berubah disebabkan adanya sesuatu yang menghilangkan kesuan air tersebut. Air seperti ini itu ada tiga macam yaitu;

Air yang banyak yang berubah karena bercampur dengan benda suci yang tidak diperlukan oleh air itu dan tidak pula berdekatan dengan air tersebut. Seperti gula dan madu.

Air yang hanya sedikit yang mustakmal (air yang habis dipakai untuk bersuci), yang dipakai untuk menghilangkan hadats atau menghilangkan najis.

Air yang dikeluarkan dari hasil tanaman dengan cara diperas atau di masak atau dengan cara lain. Seperti: air bungah mawar dan air kelapa.

4. Air yang terkena najis itu ada dua macam, yaitu:

Air yang kejatuhan najis didalamnya dan merubah salah satu sifat-sifatnya baik air itu sedikit maupun banyak.

Air yang hanya sedikit yang kejatuhan najis didalamnya, walaupun tidak merubah salah satu dari sifat-sifatnya.

Semoga pembahasan di atas bermanfaat bagi kita semua. Bagi yang belum pernah mempelajari pembahasan diatas semoga mudah mempelajarinya. Bagi yang sudah pernah mempelajari dan hafal diluar kepala semoga ilmunya tambah lebih dalam lagi. Mari kita jawab pertanyaan-pertanyaan berikut dalam hati kita masing-masing.

Apa yang dimaksud thaharah?
Thaharah dibagi menjadi berapa macam?
Bagaimana cara bersuci dari hadats?
Bagaimana cara bersuci dari najis?
Apa saja yang bisa digunakan untuk bersuci?
Mengapa air sungai masih tetap suci mensucikan padahal ditepi sungai tersebut terdapat bangkai hewan?
Apa yang dimaksud air mustakmal?

You Might Also Like:

Disqus Comments