Macam-Macam Najis dan Cara Mensucikan Najis

Ngaji yuk, pada halaman sebelumnya telah kita bahas tentang pengertian thaharah (bersuci) dan macam-macam air. Sekedar menginyatnya kembali dan sambil saya belajar menulis mari kita ulas kembali pembahasan sebelumnya. Kita bahas secara singkat saja, untuk lebih rincinya bisa langsung dibaca pada halaman sebelumnya. Thaharoh berarti bersuci, yaitu mensucikan (membersihkan) diri dari najis dan kotoran. Thaharah (bersuci) dibagi menjadi dua, yaitu bersuci dari hadats dan bersuci dari najis. Kemudian macam-macam air itu dibagi menjadi empat yaitu air suci mensucikan air yang berubah tetapi tetap mensucikan, air suci tetapi tidak mensucikan, dan air mutanajis atau air yang terkena najis. Itulah singkatnya pembahasan pada halaman sebelumnya.

Nah sekarang kita akan membahas tentang Macam-Macam Najis dan Cara Mensucika Najis. Najis adalah sesuatu yang dianggap kotor dan menyebabkan tidak sahnya ibadah-ibadah tertentu seperti shalat. Oleh karean itu, sebelum shalat kita diwajibkan untuk membersihkan atau mensucikan (thaharah) najis tersebut baik yang menempel pada tubuh kita maupun pada tempat yang hendak kita gunakan untuk shalat. Salah satu dari syarat sahnya shalat yaitu membersihkan diri dari najis.

Najis itu tidak hanya satu jenis saja, tetapi memiliki beberapa macam dan cara penyucian yang berbeda-beda pula. Mari kita bahas dan kita pelajari satu persatu. Pembagian najis dan cara mensucikan najis ini di ambil dari kitab Mabadi'ul Fiqhiyah Juz 3.

Macam-Macam Najis dan Cara Mensucika Najis.


Ada berapa jenis najis? Najis itu dibagi menjadi tiga macam yaitu (1) Najis Mughaladhah (najis yang berat) (2) Najis Mukhaffafah (Najis yang ringan), (3) Najis Mutawassithah (Najis pertengahan).

(1) Najis Mughaladhah


Najis mughaladhah itu najis yang seperti apa?

Yang termasuk najis mughalladhah, yaitu: Najisnya anjing dan babi, termasuk pula air liur, igus dan keringatnya, demikian hasil penyilangan yang dilahirkan oleh kedua hewan tersebut, sekalipun penyilangan itu dengan binantang yang suci. Misalnya: anjing atau babi yang dikawinkan dengan kambing, lalu melahirkan anak, maka anak hasil perkawinan itu termasuk najis mughalladhah juga.

Bagaimana cara mensucikan najis mughaladhah?

Cara mensucikan najis mughalladhah, yaitu: Dengan membasuh tempat yang terkena najis sebanyak 7 kali siraman, yang mana salah satunya dicampur dengan debu (tanah) yang suci sampai tidak nampak lagi najisnya. Najis mughaladah (najisnya anjing dan babi) tidak cukup jika hanya disucikan dengan menyiramnya atau membasuhnya saja. Tidak cukup meskipun digosok dengan sabun sampai berkali-kali. Statusnya tetap najis kecuali dengan syarat-syarat yang disebutkan di atas.

(2) Najis Mukhaffafah


Najis mukhaffafah itu najis yang seperti apa? 

Yang termasuk najis mukhaffafah, yaitu: Air kencing balita (bayi) yang belum kemasukan makanan selain air susu dan belum mencapai usia 2 tahun. Yang termasuk najis mukhaffafah (najis ringan) itu hanya ada satu yaitu air kenjing bayi laki-laki dengan syarat disebutkan tadi. Air kencing bayi perempuan tidak termasuk najis mukhaffafah.

Bagaimana cara mensucikan najis mukhaffafah?

Cara mensucikan najis mukhaffafah, yaitu: Cukup dengan memercikkan air diatas tempat yang terkena najis hingga tempat itu menjadi basah. Cukup dengan cara tersebut maka sudah menjadi suci. Jika ingin lebih membersihkannya maka itu lebih baik.

(3) Najis Mutawassithah


Najis mutawassithah itu najis yang seperti apa?
Najis mutawassithah itu ada 2 macam, yaitu: (1) Hukmiyyah (Segi hukumnya) (2) ’Ainiyyah (Segi kenyataannya).

Najis Hukmiyyah ialah najis yang tidak nampak kenyataannya, tidak ada rasanya, warna dan baunya. Seperti: Air kencing selain kencingnya anak kecil yang apabilah air kencingnya telah mengering yang sifatnya sudah hilang sama sekali.

Najis ’Ainiyyah ialah najis yang nampak kenyataannya atau rasanya, warna serta baunya. Seperti: Kotoran manusia, benda cair yang memabukkan, air madzi, air wadi, bangkai beserta seluruh bagian-bagiannya (kecuali mayat manusia, bangkai ikan, bangkai belalang), susu binantang hidup yang dagingnya haram dimakan (selain susu manusia) dan anggota yang terpisah dari binantang yang hidup (selain anggota yang berasal dari manusia, ikan, belalang).

Bagaimana cara mensucikan najis mutawassithah?
Berikut cara mensucikan najis mutawassithah;

Cara mensucikan najis hukmiyyah, yaitu: Cukup membasuh dengan air walaupun hanya dengan satu kali siraman saja.

Cara mensucikan najis ’Ainiyyah, yaitu dengan membasuh tempat yang terkena najis dengan air sampai hilangnya rasa, bau dan warnanya, tetapi tidak mengapa kalau yang tertinggal hanya rasa dan warna yang merupakan noda yang sulit dihilangkan.

Cara mensucikan Khamar (tuak, arak atau minuman keras lainnya), yaitu: dapat menjadi suci apabilah sudah berubah menjadi cukak dengan sendirinya (tidak karena diolah atau diberi campuran obat agar bisa menjadi cukak, kalau perubahan itu karena diolah atau dicampur dengan sesuatu, maka khamar itu tetap nijis).

Cara mensucikan kulit bangkai dengan cara disamak, kecuali kulit anjing, babi dan binantang hasil perkawinan dari kedua binantang itu, walaupun dikawinkan dengan binantang yang suci.

Sekian dulu pembahasan kita hari ini. Jangan hanya dibaca ya, tetapi harus diamalkan juga. Perhatikan dan kenali setiap najis yang akan dibersihkan kemudian bersihkan sesuai cara penyucian najis tersebut. Supaya tidak mudah lupa dari apa yang kita bahas di atas, mari jawab pertanyaan-pertanyaan berikut. Jika saudara bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut tanpa melihat kembali pembahasan di atas, maka saudara telah membacanya dengan baik. Semoga dengan pertanyaan-pertanyaan ini pembahasan kita lebih melekat pada pikiran dan hati kita.
  • Apa yang dimaksud najis?
  • Samakah antara najis dan kotoran?
  • Ada berapa macam-macam najis?
  • Anjing dan babi mapun anak dari keduanya ataupun anak dari hasil persilangan antara keduanya adalah termasuk pada jenis najis apa?
  • Mengapa air kencing bayi perempuan tidak termasuk pada najis mukhaffafah?
  • Apakah kulit bangkai bisa disucikan? bagaimana caranya?
  • Sebutkan contoh najis hukmiyah!
  • Sebutkan contoh najis 'ainiyah!

You Might Also Like:

Disqus Comments