Kebiasaan Yang Perlu Ditanamkan Pada Guru

Pada dasarnya tugas seorang guru adalah mengajar dan mendidik. Sebagai pengajar bertugas untuk menyampaikan pelajaran sebagai ilmu pengetahuan bagi siswa-siswi, dan sebagai pendidik bertugas untuk mengembangkan pribadi siswa-siswi serta mendekatkan mereka kepada pengaruh-pengaruh dari luar yang baik dan menjauhkan mereka dari pengaruh-pengaruh luar yang buruk.

Guru adalah orang tua kedua bagi siswa-siswi disekolah. Tidak semua guru mampu memahami perannya sebagai orang tua kedua bagi siswa-siswinya. Tugas guru tidak hanya mengajar, bukan hanya menyampaikan pelajaran atau materi pada saat jam pelajaran saja. Tetapi guru juga bertugas sebagai orang tua yang harus bisa memuliakan akhlak siswa-siswinya.

Menjadi guru yang baik adalah dambaan setiap siswa-siswi disekolah. Menjadi guru yang baik adalah kebahagiaan tersendiri bagi guru tersebut. Menjadi guru yang baik adalah tauladan bagi guru-guru lainnya. Untuk menjadi guru yang baik tidaklah sesulit yang kita bayangkan. Banyak cara yang bisa dilakukan. Tetapi kali ini saya hanya ingin berbagi dari apa yang saya baca di situs www.satujam.com tentang cara menjadi guru yang baik. Ternyata cara yang paling utama menjadi guru yang baik adalah dengan menanamkan 2 kebiasaan saja. Apa 2 kebiasaan tersebut?

Menggunakan pujian bukan hukuman


Guru yang baik adalah guru yang lebih sering mengunakan pujian. Ketika mengajar guru lebih sering memuji siswa-siswinya meskipun prestasinya kurang baik, dan tidak hanya memuji prestasinya saja tetapi juga memuji setiap perkembangan yang siswa-siswi lewati untuk menjadi lebih baik. Dengan begitu maka akan menumbuhkan kebiasaan belajar bagi siswa-siswi tersebut. Berbeda dengan guru yang buruk, dia lebih sering memberikan hukuman sehingga mematahkan semangat siswa-siswinya untuk terus belajar. Padahal hukuman bukanlah satu-satunya solusi dalam pemecahan masalah.

Kreatif dan inovatif membuat metode pembelajaran


Guru yang baik adalah guru yang mampu menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan. Tidak menghabiskan waktunya untuk menerangkan pelajaran saja, sehingga suasana belajar terasa membosankan dan menegangkan. Tetapi berusaha menciptakan suasana baru yang lebih aktif dan menyenangkan. Misalnya mengganti metode ceramah dengan metode tanya jawab. Memberikan ice breaking ditengah-tengah pelajaran. Dan sesegera mungkin memperbaiki kesalahan siswa-siswi jika ada. Berbeda dengan guru yang buruk, dia menghabiskan waktu pelajaran hanya untuk pelajaran sehingga siswa-siswi akan merasa tertekan, suasana pembelajaran terasa menegangkan. Atau bahkan hanya memberikan tugas terus menerus, membiarkan siswa siswi belajar sendiri, dan seringkali membiarkan siswa-siswi mengulang kesalahan yang sama.

Itulah 2 kebiasaan yang perlu ditanamkan pada guru. 2 kebiasaan yang nantinya mampu menjadikan guru dirindukan siswa-siswinya. Semoga kita para guru mulai membiasakan 2 kebiasaan tersebut, yaitu lebih sering memuji dari pada menghukum; tingkatkan semangat belajar siswa dengan cara sering menujinya karena hukuman hanya akan mematahkan semangat belajar siswa. Dan lebih kreatif fan inovatif dalam pembelajaran; buat suasana pembelajaran yang menyenangkan dan sesegera mungkin memperbaiki kesalahan siswa agar tidak terulang kembali. Dengan 2 kebiasaan sederhana ini, insya Allah siswa-siswi akan lebih giat dan rajin belajar, sehingga menjadi manusia yang cerdas dan berakal.

Sesederhana itukah? Jika ada cara yang lebih sederhana buat apa mencari cara yang susah? ^_^
Sekian terimakasih. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

You Might Also Like:

Disqus Comments