Dasar Islam dan Hukum-Hukum Islam

Ngaji yuk, pada halaman ini kita akan membahas tentang pokok-pokok dasar Islam dan hukum-hukum Islam. Materi ini diambil dari kitab mabadiul fiqhiyyah juz 3 yang dikarang dan ditulis oleh Umar Abdul Jabbar.

Materi yang diambil dari kitab mabadiul fiqhiyyah juz 3 ini insya Allah sangat mudah untuk dipahami karena disajikan dengan singkat dan jelas. Mari kita bahas dan pelajari satu persatu. Dibaca, dipahami, kemudian diamalkan.

1. Pokok-Pokok Dasar Islam


Islam ialah mematuhi (meyakini) segala sesuatu yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW dengan cara mengikuti segala perintah beliau dan menjauhi segala larangan beliau. Islam merupakan agama yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir sebagai pedoman hidup bagi umat manusia sampai akhir zaman. Pedoman hidup bahagia didunia maupun diakhirat.

Dasar-dasar hukum Islam itu ada empat (4), yaitu Al-Qur'an, Hadits, Ijma', dan Qiyas.

Al-Qur’an adalah kitab Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk membimbing umat manusia dalam beragama, kehidupan dunia dan kehidupan akhiratnya.

Al-Qur'an merupakan dasar dan sumber hukum Islam yang pertama dan paling utama, kitab yang diturunkan oleh Allah sebgai penyempurna kitab-kitab sebelunya. Segala tatanan hidup di dunia maupun diakhirat termuat didalam al-qur'an. Sehingga al-qur'an dapat dijadikan sebagai pegangan yang kokoh dalam kehidupan kita.

Hadits adalah sabda Nabi Muhammad SAW serta perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh Nabi, yang dapat menjelaskan hukum-hukum islam serta memberi petunjuk kepada seluruh manusia mengenai hukum-hukum islam.

Hadits merupakan sumber hukum kedua setelah al-qur'an. Hadits memiliki peranan yang penting setelah al-qur'an. Hadits berfungsi untuk memperkokok isi kandungan al-qur'an yang bersifat global. Isi kandungan al-Qur'an yang bersifat umum akan diperinci dan dijelaskan didalam hadits supaya lebih mudah dipahami dan diamalkan.

Ijma’ adalah kesepakatan para ahli ijtihat umat islam, sesudah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Dalam menghadapi permasalahan yang berkenaan dengan apapun juga.

Ijma' merupakan sumber hukum ketiga setelah al-qur'an dan hadits. Jika diperoleh permasalahan yang setatus hukumnya tidak ada didalam al-qur'an dan hadits maka para ulama' (mujtahid) berijtihad sehingga menghasilkan ijma' dari setatus hukum tersebut. Salah satu contoh ijma' ialah pembukuan al-qur'an pada masa khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq, Shalat tarawih 20 rakaat, Adzan 2 kali dalam shalat Jum'at.

Qiyas adalah menyesuaikan suatu permasalahan yang tidak terdapat dalilnya atas permasalahan yang menyamainya, yang mana kedua permasalahan itu bersesuaian mengenai sebab hukumnya.

Qiyas merupakan sumber hukum keempat setelah al-qur'an, hadits, dan ijma'. Secara sederhana qiyas dapat diartikan menyamakan atau membandingkan sesuatu dengan yang lain. Contoh qiyas; memukul orang tua sama dengan membentak oarang tua, yaitu sama-sama menyakiti hati orang tua. Konsumsi narkoba, alkohol, narkotika, sama seperti minum khomer, yaitu sama-sama memabukkan.

2. Hukum-Hukum Islam


Hukum-hukum islam itu ada lima yaitu: Fardhu, Sunnah, Haram, Makruh dan Mubah.

Fardhu adalah suatu bentuk amal yang diberikan pahala bagi siapa yang melakukan, dan disiksa bagi siapa yang meninggalkan. (Fardhu dan Wajib mempunyai satu makna kecuali dalam hal ibadah haji).

Wajib merupakan hal yang harus dikerjakan, tidak boleh ditinggalkan. Contoh fardhu; shalat wajib lima waktu, puasa bulan ramadhan, zakat

Sunnah adalah suatu bentuk amal yang diberikan pahala bagi siapa yang melakukan, dan tidak disiksa bagi siapa yang meninggalkan. (Sunnah, Mandub dan Mustahab itu mempunyai satu arti).

Sunnah merupakan hal yang dianjurkan untuk mengerjakannya tetapi boleh jika tidak mengerjakannya. Contoh sunnah; puasa Senin Kamis, Shadaqah, Shalat sunnah ba'diyah dan qobliyah

Haram adalah suatu bentuk amal yang diberikan pahala bagi siapa yang meninggalkan, dan disiksa bagi siapa yang melakukan.

Haram merupakan hal yang tidak boleh dikerjakan dan wajib ditinggalkan. Contoh haram; zina, mencuri, memakan bangkai, daging babi dan anjing.

Makruh adalah suatu bentuk amal yang diberikan pahala bagi siapa yang meninggalkan, dan tidak disiksa bagi siapa yang melakukan.

Makruh merupakan hal yang lebih baik ditinggalkan dari pada dikerjakan. Contoh makruh; merokok (sebagian ulama' mengharamkan), makan dan minum sambil berdiri, wudhu di WC, dll

Mubah adalah suatu bentuk amal yang tidak diberikan pahala bagi siapa yang melakukan, dan tidak pula disiksa bagi siapa yang meninggalkan.

Mubah merupakan hal yang boleh dikerjakan boleh juga ditinggalkan. Contoh makruh; Makan dan minum, berbelanja, tidur, olah raga.

Pembagian Fardhu, Fardhu itu ada dua bagian, yaitu: Fardhu ’Ain dan Fardhu kifayah.

Fardhu ’Ain adalah sesuatu yang diwajibkan atas setiap pribadi orang mukallaf untuk melakukannya, dan tidak dapat gugur kewajibannya walaupun orang lain sudah melakukannya.

Fardhu 'ain (wajib 'ain) merupakan kewajiban pribadi masing-masing, tidak boleh diwakilkan kepada orang lain. Cohtoh fardhu 'ain adalah puasa bulan ramadhan, haji bila mampu, ibadah fardhu shalat lima waktu. ISLAM (Isya', Shubuh, Luhur, Ashar, Maghrib). Bukan ISLAM kalo Maghribnya hilang :).

Fardhu Kifayah adalah sesuatu yang diwajibkan atas seluruh orang mukallaf untuk melakukannya, tetapi apabilah sebagian orang telah melakukan, maka gugurlah kewajiban atas orang lain. Seperti: sholat jenazah.

Fardhu 'kifayah (wajib 'kifayah) merupakan kewajiban bersama, tuntas kewajibannya jika sudah ada sebagian yang mengerjakannya. Tetapi jika tidak ada yang mengerjakannya sama sekali maka berdosa seluruhnya. Contoh fardhu kifayah adalah merawat jenazah, mulai dari memandikan jenazah, mengkafani jenazah, shalat jenazah, dan mengubur jenazah.

Mukallaf adalah orang yang sudah dewasa (baligh) serta berakal sempurna (tidak gila).
Mukallaf merupakan orang yang memiliki kewajiban penuh atas dirinya sendiri. Pahala dan dosa sepenuhnya miliknya sendiri. Anak kecil belum memiliki kewajiban begitu juga orang gila.

Cukup sekian dan terima kasih. Semoga bermanfaat. Semoga masih bisa lanjut membahas materi selanjutnya guna memperdalam agama.

You Might Also Like:

Disqus Comments