Peranan dan Fungsi Perencanaan

Perencanaan merupakan hal terpenting sebelum menentukan sesuatu, merupakan sarana yang tidak boleh ditinggalkan supaya nantinya tujuna yang ingin dicapai dapat berhasil dengan lancar dan sempurna. Dan apa jadinya tujuan yang dirancang tanpa ada sebuah perencanaan, tentunya akan semakin kacau, tidak tertib,, tidak tertata dengan rapi. Oleh karenanya perencanaan merupakan penentu keberhasilan. Atau dengan kata lain jika kita gagal menyusun perencanaan maka secara tidak langsung kita telah menyususn kegagalan.

A. Arti Perencanaan


Perencanaan adalah fungsi awal manajemen, merencanakan pada dasarnya menentukan kegiatan yang hendak dilakukan pada masa depan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengatur berbagai sumber daya agar hasil yang dicapai sesuai dengan yang diharapkan. Ada beberapa definisi yang diungkapkan para ahli mengenai mengenai kata perencanaan antara lain sebagai berikut :
  • Roger A. Kauffman (1972) perencanaan adalah proses penentuan tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dan menetapkan jalan dan sumber yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu seefisien dan seefektif mungkin.
  • William H. Newman ”Planning is deciding in advance what is to be done” (perencanaan adalah penentuan terlebih dahulu apa yang akan dikerjakan).
  • Louis A. Allen ”Planning is the determination of a course of action to achieve a desired result”. (perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
  • Charles Bettleheim ”dalam setiap rencana terdapat dua elemen, yaitu tujuan dan alat yang perlu untuk mencapai tujuan itu”
  • J. Rbeishline ”perencanaan memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang siapa, apa, apabila, di mana, bagaimana.
  • Koontz dan O’Donnel perencanaan adalah fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan dengan pemilihan dari berbagai alternatif dari tujuan, kebijaksanaan, prosedur, dan program.
  • Waterson (1965) ”mengemukakan bahwa pada hakikatnya perencanaan merupakan usaha sadar, terorganisasi, dan terus menerus dilakukan untuk memilih alternatif yang terbaik dari sejumlah alternatif tindakan guna mencapai tujuan”.
  • Schaffer (1970) perencanaan tidak akan terlepas dari hal-hal yang berkaitan dengan proses pengambilan keputusan. Proses pengambilan keputusan tersebut dimulai dengan perumusan tujuan, kebijakan, dan sasaran secara luas, yang kemudian berkembang pada tahapan penerapan tujuan dan kebijakan itu dalam rencana yang lebih rinci berbentuk program-program yang dilaksanakan.
  • Yehezkel Dror perencanan adalah proses mempersiapkan seperangkat keputusan tentang kegiatan-kegiatan untuk masa yang akan datang dengan diarahkan pada pencapaian tujuan-tujuan melalui penggunaan sarana yang tersedia.
  • Friedman perencanaan adalah proses yang mengabungkan pengetahuan dan teknik ilmiah ke dalam kegiatan yang diorganisasi.
  • Suherman ”perencanaan adalah suatu penentuan urutan tindakan, perkiraan biaya serta penggunaan waktu untuk suatu kegiatan yang didasarkan atas data dengan memperhatikan prioritas yang wajar dan efisien untuk tercapainya tujuan”.


Berdasarkan beberapa pengertian dan prinsip-prinsip di atas dapat dikemukakan bahwa perencanaan adalah pengambilan keputusan yang berkaitan dengan rangkaian tindakan atau kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan di masa yang akan datang.

Rangkaian tindakan atau kegiatan ini perlu dilakukan karena dua alasan : pertama, untuk mewujudakan kemajuan atau keberhasilan sesuai dengan apa yang diinginkan, kedua, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan, kondisi yang sama atau lebih rendah dari pada keadaan saat ini.

Sejalan dengan pengertian perencanaan di atas, maka yang dimaksud dengan perencanaan pendidikan adalah suatu proses mempersiapkan seperangkat keputusan untuk kegiatan di masa depan yang diarahkan untuk mencapai tujuan dengan cara yang optimal dalam pembangunan ekonomi dan sosial secara menyeluruh dari suatu negara . Menurut Coombs, Perencanaan pendidikan adalah suatu penerapan yang rasional dari analisis sistematis proses perkembangan pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efisien serta sesuai dengan kebutuhan dan tujuan para peserta didik dan masyarakat Sedangkan menurut Beeby C.E sebagaimanan dikutip oleh Asnawir menyatakan bahwa perencanaan pendidikan adalah penerapan ramalan dalam menentukan kebijaksanaan, prioritas, ekonomi dan politik, potensi sistem untuk berkembang, kepentingan negara dan pelayanan masyarakat yang mencakup dalam sistem tersebut.

Dari kutipan tersebut dapat dipahami bahwa perencanaan merupakan aplikasi dari pemikiran yang tersusun untuk mencapai keinginan bersama. Dengan demikian perencanaan yang disusun merupakan konsep yang aplikatif dan oprasional. Dapat juga merupakan aktifitas untuk mengambil keputusan.

Dari beberapa definisi tersebut, dapat dipahami bahwa ada beberapa unsur penting yang terkandung dalam perencanaan pendidikan, yaitu :
  • Penggunaan analisis yang bersifat rasional dan sistematik dalam perencanaan pendidikan, termasuk di dalamnya metodologi dalam perencanaan.
  • Proses pembangunan dan pengembangan pendidikan. Artinya perencanaan pendidikan dilakukan dalam rangka perbaikan pendidikan atau reformasi pendidikan.
  • Prinsip efektifitas dan efesien, artinya dalam perencanaan pendidikan perlu dipikirkan aspek ekonomis.

Kebutuhan dan tujuan peserta didik dan masyarakat, regional, nasional dan internasional, artinya perencanaan lembaga pendidikan hendaknya mencakup aspek internal dan eksternal dari organisasi sistem lembaga pendidikan. Dengan demikian perencanaan pendidikan sekedar untuk internal lembaga pendidikan, anak didik, lebih dari itu pertimbangan lingkungan masyarakat sebagai pengguna sekaligus penerima hsil perlu dipertimbangkan, termasuki juga kebutuhan regional, nasional dan internasional. Dengan kata lain, menyusun perencanaan hendaknya bersifat universal untuk jangka pendek dan jangka panjang yang kesemuanya bermuara kepada kebutuhan dan tujuan universal.

B. Urgensi Perencanaan


Perencanaan mempunyai posisi yang penting dalam sebuah organisasi, tanpa adanya perencanaan maka jalannya organisasi tidak jelas arah dan tujuannya. Oleh karena itu perencanaan penting karena:
  • Dengan adanya perencanaan diharapan tumbuhnya suatu pengarahan kegiatan, adanya pedoman bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ditujukan kepada pencapaian tujuan.
  • Dengan perencanaan, maka dapat dilakukan suatu perkiraan (forecasting ) terhadap hal-hal dalam masa pelaksanaan yang akan dilalui.
  • Perencanaan memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternative tentang cara terbaik atau kesempatan untuk memilih kombinasi cara yang terbaik.
  • Dengan perencanaan dapat dilakukan penyusunan skala prioritas.
  • Dengan adanya rencana, maka akan ada suatu alat pengukur atau standar untuk mengadakan pengawasan atau evaluasi kerja

Dengan demikian perencanaan mempunyai peranan penting dalam organisasi publik maupun dalam organisasi yang bersifat pribadi. Dengan adanya perencanaan akan dimungkinkan untuk memprediksi kerja dimasa yang akan datang, bahkan akan mampu memprediksi kemungkinan hasil yang akan dicapai.

Disamping arti penting perencanaan pendidikan sebagaimana disebut di atas, perencanaan pendidikan yang baik juga dapat :

Meningkatkan kualitas kegiatan atau aktivitas layanan pendidikan anak secara maksimal, baik menyangkut aspek akademik atau non akademiknya. Hal ini disebabkan seluruh aktivitas warga sekolah harus berdasarkan pada program yang telah disusun dengan baik dalam suatu perencanaan pendidikan secara sistematik dan integral.

Mengetahui beberapa sumber daya internal dan eksternal yang dimiliki untuk dimanfaatkan secara maksimal, dan juga mengetahui beberapa kendala, hambatan dan tantangan yang akan dihadapi dalam upaya pencapaian tujuan. Hal ini disebabkan, suatu perencanaan pendidikan yang baik pasti akan memuat tentang beberapa peluang dalam mencapai tujuan dan prediksi tantangan atau hambatan yang akan muncul, serta strategi yang harus dilakukan dalam mengatasi hambatan tersebut.

Memberi peluang pada setiap warga sekolah dalam meningkatkan beragam kemampuan, keahlian atau ketrampilan secara maksimal, dalam rangka mewujudkan tujuan layanan pendidikan.

Memberikan kesempatan bagi pelaksana program untuk memilih beberapa alternatif pilihan tentang metode atau strategi atau pendekatan yang tepat dalam pelaksanaan perencanaan pendidikan, agar efektif dalam upaya mencapai tujuan pendidikan.

Memudahkan dalam pencapaian tujuan pendidikan, karena perencanaan pendidikan yang baik selalu dirancang dengan tahapan-tahapan pelaksanaan program layanan pendidikan (jangka pendek, menengah dan panjang), disamping itu telah disusun skala prioritas sasaran tujuan yang akan dicapai.
Memudahkan dalam melakukan evaluasi tentang seberapa besar pencapaian tujuan layanan pendidikan yang telah diraih, karena dalam perencanaan pendidikan yang baik selalu merumuskan indikator-indikator pencapaian tujuan dan instrumen apa yang dipakai dalam mengukur keberhasilan dalam kegiatan untuk mencapai tujuan.

Memudahkan dalam melakukan revisi program layanan pendidikan dan proses penyusunan perencanaan pendidikan berikutnya, sesuai dengan dinamika dan perkembangan kehidupan sosial-budaya.

Islam mengajarkan kepada umatnya untuk merencanakan segala kegiatannya.” Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”(Qs.Al-Hasyr:18). Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa perlunya perlunya perencanaan untuk masa depan, apakah untuk diri sendiri, pemimpin keluarga, lembaga, masyarakat maupun sebagai pemimpin Negara.

Allah sebagai pencipta, Allah sebagai Perencana semua makhluk ciptaannya, Allah adalah Maha Merencanakan, Al-Bari, sifat tersebut menjadi inspirasi bagi umat islam terutama para manajer. Karena pada dasarnya manajer yang harus mempunyai banyak konsep tetang manajemen termasuk di dalamnnya perencanaan pemimpin yanb adalah yang mempunyai visi dan misi, dan membangun kedua hal tersebut agar berjalan sesuai dengan tujuan bersama. Visi dan misi merupakan hasil dari perencanaan yang baik dan matang.

C. Langkah-langkah Perencanaan


Perencanaan merupakan kegiatan yang harus dilakukan pada tingkat permulaan dan merupakan aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan yang tertuju pada tercapainya maksud dan tujuan yang ingin dicapai. Adapun langkah-langkah perencanaan tersebut meliputi hal-hal sebagai berikut :
  • Menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai
  • Meneliti masalah-masalah atau pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan
  • Mengumpulkan data-data atau informasi-informasi yang diperlukan
  • Menentukan tahapan-tahapan atau rangkaian tindakan
  • Merumuskan bagaimana masalah - masalah akan dipecahkan dan bagaimana pekerjaan-pekerjaan itu harus diselesaikan
  • Menentukan siapa yang akan melakukan dan apa yang mempengaruhi pelaksanaan dari tindakan tersebut
  • Menentukan cara bagaimanamengadakan perubahan dalam penyusunan rencana

Sedangkan menurut Banghart and Trull sebagaimana yang dikutip oleh Udin Syaifuddin Sa’ud, ada beberapa tahapan yang semestinya dilalui dalam penyusunan perencanaan pendidikan, antara lain:

Tahap need assessment, yaitu melakukan kajian terhadap beragam kebutuhan atau taksiran yang diperlukan dalam proses pembangunan atau pelayanan pembelajaran di setiap satuan pendidikan. Kajian awal ini harus cermat, karena fungsi kajian akan memberikan masukan tentang:pencapaian program sebelumnya;sumber daya apa yang tersedia, dan apa yang akan dilakukan dan bagaimana tantangan ke depan yang akan dihadapi.

Tahap formulation of goals and objective, yaitu perumusan tujuan dan sasaran perencanaan yang hendak dicapai. Perumusan tujuan perencanaan pendidikan harus berdasarkan pada visi, misi dan hasil kajian awal tentang beragam kebutuhan atau taksiran (assessment) layanan pendidikan yang diperlukan.

Tahap policy and priority setting, yaitu merancang tentang rumusan prioritas kebijakan apa yang akan dilaksanakan dalam layanan pendidikan. Rumusan prioritas kebijakan ini harus dijabarkan kedalam strategi dasar layanan pendidikan yang jelas, agar memudahkan dalam pencapaian tujuan.

Tahap program and project formulation, yaitu rumusan program dan proyek pelaksanaan kegiatan operasional perencanaan pendidikan, menyangkut layanan pedidikan pada aspek akademik dan non akademik.

Tahap feasibility testing, yaitu dilakukan uji kelayakan tentang beragam sumber daya (sumber daya internal/ eksternal; atau sumber daya manusia/ material). Apabila perencanaan disusun berdasarkan sumber daya yang tersedia secara cermat dan akurat, akan menghasilkan tingkat kelayakan rencana pendidikan yang baik.

Tahap plan implementation, yaitu tahap pelaksanaan perencanaan pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan. Keberhasilan tahap ini sangat ditentukan oleh:kualitas sumber daya manusianya (kepala sekolah, guru, komite sekolah, karyawan, dan siswa);iklim atau pola kerjasama antar unsur dalam satuan pendidikan sebagai suatu tim kerja (team work) yang handal; dankontrol atau pengawasan dan pengendalian kegiatan selama proses pelaksanaan atau implementasi program layanan pendidikan.

Tahap evaluation and revision for future plan, yaitu kegiatan untuk menilai (mengevaluasi) tingkat keberhasilan pelaksanaan program atau perencanaan pendidikan, sebagai feedback(masukan atau umpan balik), selanjutnya dilakukan revisi program untuk rencana layanan pendidikan berikutnya yang lebih baik.

Selanjutnya dalam menyusun perencanaan harus diperhatikan syarat-syarat sebagai berikut :
  • Perencanaan harus didasarkan atas tujuan yang jelas
  • Bersifat sederhana, realistis dan praktis
  • Terinci dan memuat segala uraian serta klasifikasi kegiatan dan rangkaian tindakan, sehingga mudah dipedomani dan dijalankan
  • Memiliki fleksibelitas sehingga mudah disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi dan situasi
  • Diusahakan agar tidak terjadi duplikasi dalam pelaksanaan

E. Perencanaan Strategic (Renstra)


Perencanaan strategik juga disebut perencanaan jangka panjang. Strategi itu menurut R.G Murdick J.E Ross (1989) diartikan sebagai konfigurasi tentang hasil yang diharapkan tercapai pada masa depan. Dapat juga disebut konsepsi hari depan. Bentuk konfigurasi terungkap berdasarkan (1) ruang lingkup (2) hasil persaingan (3) target, dan (4) penataan sumber-sumber.

Pertama, ruang lingkup pendidikan menyangkut hasil-hasil pendidikan yang diharapkan, pemakai hasil pendidikan, pasaran hasil pendidikan, kualitas hasil karakteristik yang ditentukan untuk hasil pendidikan.

Kedua, kemampuan hasil (produktivitas) pendidika yang berkaitan dengan posisisi suplai, pengelolahan yang spesifik dan kapasitas merespons terhadap gerak perubahan. Ketiga, sepesifikasi terhadap target-target yang menegaskan pernyataan kuantitatif tujuan-tujuan yang akan dicapai, profitabilitas dan investasi beserta perkiraan resiko atau faktor penunjang lainnya. Keempat, penentuan sumber-sumber pendidikan menyangkut alokasi pengembangan sumber daya kependidikan, faktor geografik dan kecendrungan perubahan dengan perubahan yang berkenaan dengan sistem nilai. Sistem nilai itu akan memberi arah terhadap konsep, gagasan maupun praktik-praktik kependidikan.

F. Perencanaan Operasional


Perencanaan operasional memusatkan perhatian pada apa yang akan dikerjakan pada tingkat pelaksanaan di lapangan dari suatu rencana strategi. Perencanaan ini lebih bersifat spesifik dan berfungsi untuk memberikan petunjuk konkrit tentang bagaimana suatu program atau proyek khusus dilaksanakan menurut aturan, prosedur, dan ketentuan lain yang ditetapkan secara jelas sebelumnya. Itulah sebabnya rencana operasional ini telah dijabarkan dan diterjemahkan ke dalam data kuantitatif yang dapat diukur dan biasanya juga dimensi uang.

Dengan demikian, rencana oprasional mudah diukur, peranan keberhasilan unit-unit mudah dibandingkan dan sekaligus dapat dijadikan ukuran keberhasilan. Artinya, rencana oprasional berfungsi sebagai instrumen yang cukup halus dan tajam untuk mengenali keadaan waktu lampau dan bisa/akan dijadikan alat atau teknik perencanaan berikutnya, perencanaan oprasional biasanya tidak mempergunakan pendekatan integratif seperti halnya renstra. Oleh karena itu, beberapa kelemahan yang ditmbulkan dengan recana ini, antara lain :
  • Satuan harga yang tidak pasti, karena sukar merancang harga yang pasti terutama hal-hal yang spesifik,
  • Alat ukur sering berbeda-beda
  • Pekerjaan adakalanya tertunda, staf berhenti
  • Peranan dan konstribusi pemimpin terhadap pencapaian tujuan jangka panjang tidak diukur. Kesemua merupakan hamba system.

Perencanaan dari sistem manajemen lembaga pendidikan Islam merupakan langkah pertama yang harus benar-benar diperhatikan oleh manajer dan pengelola pendidikan Islam. Sebab, sistem perencanaan yang meliputi penentuan tujuan, sasaran dan target pendidikan Islam harus didasarkan pada situasi dan kondisi sumberdaya yang dimiliki. Dalam menentukan perencanaan perlu diadakan penelitian secara seksama dan akurat. Kesalahan dalam menentukan perencanaan dalam pendidikan Islam akahn berakibat fatal bagi kelangsuangn lembaga pendidikan Islam. Perencanaan tersebut harus tersusun secara rapi, sistematis dan rasional agar muncul pemahaman yang cukup mendalam terhadap perencanaan itu sendiri.

You Might Also Like:

Disqus Comments