Manajemen Lembaga Pendidikan Islam

Secara sederhana manajemen dapat diartikan sebagai sebuah pengelolaan yang diawali dengan perencanaan kemudian diaksikan dengan sebuah proses dan diakhiri dengan sebuah evaluasi. Sedangkan pendidikan merupakan upaya mendidik supaya dari tidak tahu menjadi tahu. Islam sendiri merupakan agama Allah yang menuntun manusia menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Dengan demikian manajemen pendidikan Islam dapat kita artikan sebagai sebuah pengorganisasian menuju pendidikan Islam yang baik dan benar.

A. Pengertian Manajemen

Pengertian Manajemen Adalah Manajemen dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang memiliki target dan tujuan dengan menggunakan perencanaan, pengarahan serta pengorganisasian dalam mencapai tujuan tersebut, Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti “seni melaksanakan dan mengatur.” Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal, definisi dari beberapa ahli :
  1. Mary Parker Follet Manajemen Adalah sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi
  2. Ricky W. Griffin Manajemen Adalah sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal
  3. Drs. Oey Liang Lee Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  4. Prof. Eiji Ogawa Manajemen adalah Perencanaan, Pengimplementasian dan Pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang dilakukan oleh organisasi usaha dengan terlebih dahulu telah menetapkan sasaran-sasaran untuk kerja yang dapat disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang berubah.

B. Pengertian Manajemen Lembaga Pendidikan Islam

Manajemen Pendidikan Islam secara bahasa merupakan bangunan dari tiga kata, yaitu: manajemen, pendidikan dan Islam. Namun secara konseptual tidak ditemukan perbedaan yang ekstrim konsep manajemen umum dan manajemen Islam, sedang pendidikan Islam sudah menemukan terminologi tersendiri bahkan telah menjadi “bangunan ilmu” tersendiri. Manajemen sangat bergantung pada orang yang mengartikannya. Perbedaan ini biasanya karena terdapat perbedaan latar belakang pendidikan, objek kajian, dan latar sosial para ahli secara sederhana.

Manajemen merupakan usaha atau tindakan ke arah pencapaian tujuan, sistem kerja sama, dan melibatkan secara optimal kontribusi orang-orang, dana, fisik dan sumber- sumber lainnya. Dalam pendidikan manajemen adalah aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya.

Pendidikan menurut Islam mengembangkan, melatih, mengfungsionalkan serta mengoptimalkan fungsi-fungsi macam-macam alat manusia yang telah dianugerahkan oleh Allah Swt, secara integral sebagai manisfestasi dari rasa syukur kepada-Nya.

Manajemen Pendidikan Islam adalah aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan, serta suatu proses kerja sama yang sistematik, dan komprehensif dalam rangka mewujudkan pendidikan Nasional.

Dalam konteks pendidikan Islam, sumber pendidikan Islam dan tujuan pendidikan Islam. Tujuan pendidikan Islam yaitu menyiapkan pelajar dari segi profesional, teknis supaya dapat menguasai potensi tertentu, agar ia dapat mencapai rezeki dalam hidup di samping memelihara segi keruhanian, serta keseimbangan pertumbuhan dari pribadi muslim secara menyeluruh. Melalui akal pikiran, kecerdasan, dan panca indera, sehingga memiliki kepribadian yang terintegrasi, mulia dan utama sehingga terbentuklah insan kamil bermental sehat yang dapat mendekatkan diri kepada Allah Swt serta dapat merasakan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Produktivitas dan kepuasan, seperti peningkatan mutu pendidikan/kelulusan, pemenuhan kesempatan kerja, pembangunan daerah/ nasional, tanggung jawab sosial. Dengan ketaqwaan, akhlak al-karimah yang tercermin dalam sikap tingkah laku sesuai dengan ajaran-ajaran Islam, adalah sebagai tujuan manajemen pendidikan Islam.

Manajemen pendidikan merupakan proses pengembangan kegiatan kelompok orang untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan .Input pendidikan adalah  segala sesuatu yang harus tersedia karena dibutuhkan untuk kelangsungannya. Sesuatu dalam hal ini adalah sumber daya, perangkat, dan harapan-harapan sebagai pemandu bagi berlangsungnya proses,
  1. sumberdaya manusia (SDM), yaitu: kepala madrasah, guru, sumber belajar, siswa,  karyawan, keamanan, dan sumberdaya selebihnya, yaitu : peralatan, perlengkapan, uang, bahan, dan lain sebagainya. 
  2. Perangkat meliputi struktur organisasi sekolah, peraturan perudang-undangan, diskripsi tugas, rencana, program, dan lain sebagainya. 
  3. Sedangkan harapan-harapan berupa visi, misi, tujuan, dan sasaran-saran yang ingin dicapai lembaga pendidikan.

Dalam pendidikan bersekala mikro (tingkat sekolah), proses pendidikan adalah proses pengambilan keputusan, proses pengelolaan kelembagaan, proses pengelolaan program, proses belajar mengajar, dan proses monitoring dan evaluasi. Proses dikatakan bermutu tinggi apabila pengkoordinasian dan penyerasian pemaduan input madrasah (guru, siswa, uang, kurikulum, peralatan, dll.) dilakukan secara harmonis, sehingga menciptakan situasi pembelajaran yang mampu mendorong motivasi minat belajar dan memperdayakan peserta didik tidak sekedar menguasai pengetahuan saja. Pengetahuan tersebut juga menjadi muatan nurani peserta didik, dihayati, diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, serta lebih penting lagi mampu mengembangkan diri. Output (keluaran) pendidikan adalah merupakan kinerja madrasah.

Kinerja ini dapat diukur dengan kualitasnya, efektivitasnya, efesiensinya, inovasinya,  kualitas kehidupan kerjanya, dan moralnya. Output dapat dikatakan bermutu jika prestasi siswa tersebut menunjukkan pencapaian yang tinggi dalam 1) prestasi akademik; nilai ulangan umum, UAN, karya ilmiah, lomba-lomba akademik; 2) prestasi non akademik, seperti iman taqwa, kejujuran, kesopanan, olah raga, kesenian, dan kegiatan ekstrakurikuler yang lain. Outcame (hasil) pendidikan adalah dampak output setelah dikeluarkan. Dampak tersebut merupakan ukuran dari hasil pendidikan dalam dunia kerja sesuai dengan kosentrasi pendidikan yang diperoleh, seperti lulusan Fak. Tarbiyah menjadi guru, SPK menjadi perawat, dll.

Mutu pendidikan Islam pada dasarnya dipengaruhi oleh banyaknya tahapan-tahapan kegiatan yang saling berhubungan, seperti: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Sehingga peranan manajemen pada semua ini (input, proses, output, dan outcome) tersebut mutlak diperlukan.

File ini juga adalah tugas untuk memenuhi mata kuliah Manajemen Lembaga Pendidikan Islam pada semester V di STAI Sunan Drajat, Kranji.
Apa itu Manajemen Lembaga Pendidikan?
Secara sederhana file ini akan menjelaskan tentang pertanyaan di atas.
Semoga bermanfaat :)
Download File

You Might Also Like:

Disqus Comments