Pengertian Disiplin dalam Pengelolaan Kelas

Disiplin bagi peserta didik adalah hal yang rumit dipelajari sebab disiplin merupakan hal yang kompleks dan kaitannya yaitu berkait antara pengetahuan, sikap, dan perilaku. Kebenaran, kejujuran, tanggung jawab, kebebasan, rasa kasih sayang, tolong menolong dan sebagainya adalah beberapa aturan disiplin kemasyarakatan yang harus dipelajari/diketahui, disikapi, dan ditegakkan oleh para siswa.

Disiplin yang baik adalah terjelmanya aktivitas yang mampu mengatur diri kepada terciptanya pribadi dan potensi sosial berdasar pengalaman-pengalamannya sendiri. Pada bab disiplin dalam pengelolaan kelas ini akan mengulas pengertian disiplin, Disiplin Tingkat Sekolah dan kelas, Sumber pelanggaran disiplin, Peraturan dan tata tertib kelas.

Pengertian Disiplin Kelas


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah disiplin merupakan ketaatan atau kepatuhan terhadap tata tertib atau peraturan yang berlaku. Disiplin (Wikipedia) merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang menjadi tanggung jawabnya.

Prawirosentono (1999) mengemukakan bahwa secara umum disiplin adalah taat kepada hukum dan peraturan yang berlaku.

Suradinata (1996) disiplin pada dasarnya mencakup pelajaran, patuh, taat, kesetiaan, hormat kepada ketentuan/peraturan/norma yang berlaku.

Nilai-Nilai Dalam Kedisiplinan


Disiplin kelas adalah keadaan tertib dalam suatu kelas yang didalamnya tergabung guru dan siswa taat kepada tata tertib yang telah ditetapkan. Disiplin pada hakekatnya adalah pernyataan sikap, mental dari individu maupun masyarakat yang mencerminkan rasa ketaatan, kepatuhan, yang didukung oleh kesadaran untuk menunaikan tugas dan kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan. Sikap disiplin yang dilakukan oleh seseorang sebenarnya adalah suatu tindakan untuk memenuhi tuntutan nilai tertentu. Nilai-nilai tersebut dapat diklasifikasikan menjadi:
  • a) Nilai-nilai keagamaan atau nilai-nilai kepercayaan ; Nilai ini diyakini kebenarannya sehingga melahirkan tindak-tanduk disiplin yang penuh ketulusan untuk berkorban. Contoh: kewajiban sholat lima waktu dan puasa selama satu bulan pada bulan Romadhon bagi umat Islam.
  • b) Nilai-nilai tradisional ; Nilai-nilai ini melahirkan tindak-tanduk pantangan yang kebanyakan tidak masuk akal dan mengandung misteri. Contoh: pantangan makan kaki ayam kalau tulisannya ingin bagus, pantangan menduduki bantal, sialnya angka 13 dan sebagainya.
  • c) Nilai-nilai kekuasaan ; Nilai ini bersumber dari penguasa yang melahirkan tindak-tanduk disiplin demi terlaksananya tata kepemimpinan menurut kehendak penguasa. Nilai ini biasanya diikuti sanksi bagi yang tidak melaksanakan. Contoh: harus membayar pajak, harus jongkok bila penguasa datang dan sebagainya.
  • d) Nilai-nilai subjektif ; Pengakuan dari niali ini berdasarkan penilaian pribadi yang melahirkan tindak-tanduk egosentrik. Contoh: menurut pendapat saya hal ini tidak benar karena Pak Kiai tidak mengatakannya dan sebagainya.
  • e) Nilai-nilai Rasional ; Nilai yang memberi penjelasan dan alasan perlu tidaknya dilakukan tindak-tanduk disiplin tertentu untuk mencapai tujuan tertentu. Contoh: jika ingin berhasil dengan baik dalam sekolah maka harus rajin belajar.

Pendekatan Disiplin Yang Harus Dilakukan Guru


Disiplin kelas merupakan hal esensial terhadap terciptanya perilaku tidak menyimpang dari ketertiban kelas. Dalam semangat pendekatan pendidikan disiplin hendaknya memiliki basis kemanusiaan dan prinsip-prinsip demokrasi. Prinsip kemanusiaan dan demokrasi berfungsi sebagai petunjuk dan pengecek bagi para guru dalam mengambil kebijakan yang berhubungan dengan disiplin. Oleh karena itu, pendekatan disiplin yang dilakukan guru harus:
  • Menggambarkan prinsip-prinsip pedagogi dan hubungan kemanusiaan.
  • Mengembangkan dan membentuk profesionalisme personel dan sosial lulusan.
  • Merefleksikan tumbuhnya kepercayaan dan kotrol dari peserta didik.
  • Menumbuhkan kesungguhan berbuat dan berkreasi, baik dikalangan guru dan peserta didik tanpa ada kecurigaan dan kecemasan.
  • Menghindari perasaan beban berat dan rasa terpaksa dikalangan para peserta didik.

You Might Also Like:

Disqus Comments